Senin, 17 September 2012

TEORI KOGNITIF


 A. Konsep Dasar
1.      Adanya perubahan kualitatif yang diakibatkan oleh factor biologis, penyesuaian dengan liungkungan hidup, adanya system yang mengatur dari dalam yang tetap sepanjang perkembangan, merupakan pendekatan biologis.
2.      Tinjaunannya tentang perkembangan mental (kognitif) dari bayi sampai dewasa, melalui interaksi antara anak dengan lingkungan sosialnya. Ditekankan oleh Piaget bahwa perkembangan kognitif bukan hanya dari kematangan organisme, dan bukan hanya selalu pengaruh lingkungan, tetapi interaksi anak dengan lingkungan sangat menentukan tahapan perkembangan kognitifnya. Pencapaian tahapan itu urut, tidak bervariasi, namun tidak sama waktunya bagi setiap anak.
3.      Teori Piaget disebut teori kognitif karena pembahasannya mengenai masalah kognisi. Pengertiannya kognisi tidak hanya meliputi kemampuan berpikir saja, melainkan termasuk aspek-aspek: persespsi, ingatan, berfikir, symbol, penalaran dan pemecahan masalah (Singgih D. Gunarsa, 1981).
4.      Sebagai teori piaget yang lain, perbedaan kognitif bukanlah kuantitatif tetapi kualitatif. Hal ini dikemukakan oleh Piaget bahwa pada umur tertentu anak mempunyai kesulitan yang lebih besar dalam mengerti dan menangkap hal yang bersifat sederhana.

B. Pendapat Ahli tentang Teori Kognitif
a. AUSUBEL
Menurut Ausubel, siswa akan belajar dengan baik jika “pengatur kemajuan (belajar)” atau advance organizer didefinisikan dan dipresentasikan dengan baik dan tepat kepada siswa. Pengatur kemajuan belajar adalah konsep atau informasi umum yang mewadahi (mencakup) semua isi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa. David Ausubel merupakan salah satu tokoh ahli psikologi kognitif yang berpendapat bahwa keberhasilan belajar siswa sangat ditentukan oleh kebermaknaan bahan ajar yang dipelajari. Ausubel menggunakan istilah “pengatur lanjut” (advance organizers) dalam penyajian informasi yang dipelajari peserta didik agar belajar menjadi bermakna. Selanjutnya dikatakan bahwa “pengatur lanjut” itu terdiri dari bahan verbal di satu pihak, sebagian lagi merupakan sesuatu yang sudah diketahui peserta didik di pihak lain. Dengan demikian kunci keberhasilan belajar terletak pada kebermaknaan bahan ajar yang diterima atau yang dipelajari oleh siswa.
b.   BRUNER
Dalam teori belajar, Jerome Bruner berpendapat bahwa kegiatan belajar akan berjalan baik dan kreatif jika siswa dapat menemukan sendiri suatu aturan atau kesimpulan tertentu. Dalam hal ini Bruner membedakan menjadi tiga tahap.
Ketiga tahap itu adalah:
(1).  tahap informasi, yaitu tahap awal untuk memperoleh pengetahuan atau pengalaman                               baru,
(2)   tahap transformasi, yaitu tahap memahami, mencerna dan menganalisis pengetahuan baru serta mentransformasikan dalam bentuk baru yang mungkin bermanfaat untuk hal-hal yang lain,
 (3)   evaluasi, yaitu untuk mengetahui apakah hasil tranformasi pada tahap kedua tadi benar atau tidak. Bruner mempermasalahkan seberapa banyak informasi itu diperlukan agar dapat ditransformasikan

 
C. Teori Belajar Menurut Bruner Jerome Bruner (1966)
Pengikut setia teori kognitif, khususnya dalam studi perkembangan fungsi kognitif. Ia menandai perkembangan kognitif manusia sebagai berikut :
1. Perkembangan intelektual yang ditandai dengan adanya kemajuan dalam menanggapisuatu rangsangan
 2. Peningkatan pengetahuan tergantung pada perkembangan sistem penyimpananinformasi secara realistis
3. Perkembangan intelek meliputi perkembangan kemampuan berbicara pada diri sendiriatau pada orang lain melalui kata-kata atau lambing tentang apa yang telah dan akan yangdia lakukan.Hal ini berkaitan dengan rasa percaya diri
4. Interaksi secara sistematis antara pembimbing, guru atau orang tua dengan anak diperlukan bagi perkembangan kognitifnya
5. Bahasa adalah kunci perkembangan kognitif, karena bahasa merupakan alatkomunikasi antara manusia.Bahasa diperlukan untuk mengkomunikasikan suatu konsepkepada orang lain
6. Perkembangan kognitif ditandai dengan kecakapan untuk mengemukakan beberapaalternatif secara sistematis, memilih tindakan yang tepat, dapat memberikan prioritasyang berurutan dalam berbagai situasi


D. Prinsip Belajar dan Pembelajaran
Prinsip pembelajaran teori kognitif (Reilley & Lewis)
Pembelajaran akan lebih bermakna apabila:
- Menekankan makna dan pemahaman.
- Mempelajari materi tidak hanya proses pengulangan, tapi perlu disertai prosestransfer secara lebih luas.
- Menekankan adanya pola hubungan.
- Menekankan pembelajaran prinsip dan konsep.
- Menekankan struktur disiplin ilmu dan struktur kognitif.
- Obyek pembelajaran seperti apa adanya.
- Menekankan pentingnya bahasa sebagai dasar pikiran dan komunikasi.
- Perlunya memanfaatkan pengajaran perbaikan yang lebih bermakna

Menurut Piaget, Bruner, dan Ausubel Prinsip-prinsip belajar yang dianut adalah berikut ini.
  1. Siswa mengalami perkembangan kognitif melalui tahap-tahap tertentu sampai mencapai kematangan kognitif seperti orang dewasa.
  2. Pembelajaran perlu dirancang agar sesuai dengan perkembangan kognitif siswa.
  3. Agar proses asimilasi dan akomodasi pengetahuan dan pengalaman dapat terjadi, siswa perlu dilibatkan secara aktif dalam belajar.
  4. Pengalaman atau informasi baru perlu dikaitkan dengan struktur kognitif yang telah dimiliki oleh siswa untuk menarik minat dan meningkatkan retensi.
  5. Belajar memahami akan lebih bermakna daripada belajar menghafal.
  6. Perbedaan individual antarsiswa perlu diperhatikan dalam rangka mencapai keberhasilan belajar.
Prinsip Teori Kognitif menurut Piaget antara lain:
a) Belajar aktif  Untuk membantu perkembangan kognitif anak, kepadanya perlu diciptakan kondisi belajar yang memungkinkan anak belajar sendiri, misalnya melakukan percobaan.Manipulasi symbol-simbol, mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban sendiri,membandingkan penemuan sendiri dengan penemuan temannya. 
b) Belajar lewat interakksi sosial.Tanpa intraksi sosial, perkembangan kognitif anank akan tetap bersifat egosentris.Sebaliknya lewat interaksi sosial, perkembangan kognitif anak akan mengarah pada banyak pandangan dengan macam-macam sudut pandang dari alternatif tindakan.
c) Belajar lewat pengalaman sendiri.Bahasa memang memegang peranan penting dalam perkembangan kognitif , namun bilamenggunakan bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi tanpa pernah karena pengalaman sendiri makaperkembangan anak cenderung mengarah pada verbalisme.

E. Aplikasi Teori Kognitif
Menurut piaget, aplikasi teori kognitif dalam pembelajaran yaitu :
1.        Memusatkan perhatian pada cara berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar hasilnya. Guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga sampai pada hasil tersebut. Pengalaman-pengalaman belajar yang sesuai dikembangkan dengan memperhatikan tahap fungsi kognitif dan jika guru penuh perhatian terhadap pendekatan yang digunakan siswa untuk sampai pada kesimpulan tertentu, barulah dapat dikatakan guru berada dalam posisi memberikan pengalaman yang dimaksud.

2.        Mengutamakan peran siswa dalam berinisisiatif sendiri dan keterlibatan aktif  dalam kegiatan belajar. Dalam kelas, pengajaran pengetahuan jadi (ready mode knowledge) anak didorong menentukan sendiri pengetahuan itu melalui interaksi  sponta dengan lingkungan.

3.        Memaklumi akan adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan perkembangan. Teori Kognitif mengasumsikan bahwa seluruh siswa tumbuh dan melewati urutan perkembangan yang sama, namun pertunbuhan itu yang berlangsung pada kecepatan berbeda. Oleh karena itu, guru harus melakukan upaya untuk mengatur aktivitas dalam kelas yang terdiri dari individu-individu ke dalam kelompok-kelompok kecil siswa daripada aktivitas dalam kelompok klasikal.

4.        Mengutamakan peran siswa saling berinteraksi. Menurut piaget, pertukaran gagasan-gagasan tidak dapat dihindari untuk perkembangan penalaran. Walaupun penalaran tidak dapat diajarkan secara langsung, perkembangannya dapat disimulasikan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar